Pada seleksi Paskibraka, untuk mempermudah selektor dalam memilah calon-calon potensial, dilakukan dua sistem penilaian. Ditahap awal karena jumlah peserta yang diseleksi banyak, selektor cenderung mempercayakan semuanya pada penilaian kuantitatif (angka). Berbagai jenis tes yang memungkinkan didekati dengan konsep ini yaitu tes kesamaptaan (lari, push up, dll), postur awal (TB/BB, mata), tes tertulis, hingga wawancara.
Peserta dengan total nilai tertinggi, akan dishortlist untuk ditentukan siapa yang berhak maju ke tahap selanjutnya. Hingga tahun kemarin (di Kota), bila kalian mampu bertahan diurutan teratas tes PBB, hampir pasti kalian akan lolos ke tahap selanjutnya. Yang penting, kalian mampu bertahan menyelesaikan keseluruhan tes di hari itu dan memenuhi persyaratan tinggi badan (disamping tidak ada kecacatan postur serius). Namun, untuk melaju ke propinsi, selektor akan kembali dulu pada data-data kuantitatif.
Seperti biasa, setiap Kabupaten/Kota akan mengirimkan 4 pasang wakil ke seleksi propinsi. Metode di Kota tidak serta merta menentukan siapa 4 pasang tersebut. Pendekatannya seperti berikut:
Dari puluhan pasang yang terjaring masuk sebagai calon Paskibraka Kota, selektor akan memilih setidaknya 10 pasang potensial untuk dibicarakan dalam rapat penentuan wakil Kota ke Propinsi. Untuk mencari 10 pasang ini mudah, tinggal melihat nilai kuantitatif tertinggi dari berbagai tes yang telah diberikan (postur, PBB, wawancara, dll). 10 pasang pemilik nilai tertinggi ini baru mendapat penilaian lanjutan secara kualitatif. Satu persatu calon dibahas pelan-pelan. Disini akan mulai terbongkar kelebihan dan kelemahan setiap calon yang akan diperbandingkan dengan calon lain. Yang terbaik menurut selektor disini sulit dirumuskan dalam rumus baku, karena terjadi banyak perang argumentasi disana. Argumen yang terkuat yang akan menang. Oleh karena itu, nilai kuantitatif yang tidak bisa bohong harus kalian lengkapi dengan standar kualitatif yang seimbang. Sangat perlu menjaga sikap (tapi jangan jaim), memperlihatkan kepemimpinan (tapi jangan egois), dan nilai-nilai moralitas lainnya. Sekali ada cacat terlihat selama kalian mengikuti seleksi, setingggi apapun nilai kuantitatifmu, bersiaplah "teraniaya" di penilaian kualitatif penentuan wakil Kota ke Propinsi.
Inilah bayangan yang akan kalian hadapi kedepan, dan karena itu berlatihlah mulai dari sekarang. Pembekalan PC sebenarnya hanya sebuah selubung seleksi yang perlu kalaian waspadai. Akan banyak penilaian kualitatif kami pada akhirnya untuk menentukan wakil Padmanaba ke Kota. Jadi, berbenahlah! Masih ada waktu...
Silahkan memberi komentar untuk membahas topik ini. Hanya 4 hari, sesi tanya jawab untuk topik diatas kami layani
Peserta dengan total nilai tertinggi, akan dishortlist untuk ditentukan siapa yang berhak maju ke tahap selanjutnya. Hingga tahun kemarin (di Kota), bila kalian mampu bertahan diurutan teratas tes PBB, hampir pasti kalian akan lolos ke tahap selanjutnya. Yang penting, kalian mampu bertahan menyelesaikan keseluruhan tes di hari itu dan memenuhi persyaratan tinggi badan (disamping tidak ada kecacatan postur serius). Namun, untuk melaju ke propinsi, selektor akan kembali dulu pada data-data kuantitatif.
Seperti biasa, setiap Kabupaten/Kota akan mengirimkan 4 pasang wakil ke seleksi propinsi. Metode di Kota tidak serta merta menentukan siapa 4 pasang tersebut. Pendekatannya seperti berikut:
Dari puluhan pasang yang terjaring masuk sebagai calon Paskibraka Kota, selektor akan memilih setidaknya 10 pasang potensial untuk dibicarakan dalam rapat penentuan wakil Kota ke Propinsi. Untuk mencari 10 pasang ini mudah, tinggal melihat nilai kuantitatif tertinggi dari berbagai tes yang telah diberikan (postur, PBB, wawancara, dll). 10 pasang pemilik nilai tertinggi ini baru mendapat penilaian lanjutan secara kualitatif. Satu persatu calon dibahas pelan-pelan. Disini akan mulai terbongkar kelebihan dan kelemahan setiap calon yang akan diperbandingkan dengan calon lain. Yang terbaik menurut selektor disini sulit dirumuskan dalam rumus baku, karena terjadi banyak perang argumentasi disana. Argumen yang terkuat yang akan menang. Oleh karena itu, nilai kuantitatif yang tidak bisa bohong harus kalian lengkapi dengan standar kualitatif yang seimbang. Sangat perlu menjaga sikap (tapi jangan jaim), memperlihatkan kepemimpinan (tapi jangan egois), dan nilai-nilai moralitas lainnya. Sekali ada cacat terlihat selama kalian mengikuti seleksi, setingggi apapun nilai kuantitatifmu, bersiaplah "teraniaya" di penilaian kualitatif penentuan wakil Kota ke Propinsi.
Inilah bayangan yang akan kalian hadapi kedepan, dan karena itu berlatihlah mulai dari sekarang. Pembekalan PC sebenarnya hanya sebuah selubung seleksi yang perlu kalaian waspadai. Akan banyak penilaian kualitatif kami pada akhirnya untuk menentukan wakil Padmanaba ke Kota. Jadi, berbenahlah! Masih ada waktu...
Silahkan memberi komentar untuk membahas topik ini. Hanya 4 hari, sesi tanya jawab untuk topik diatas kami layani
Lah, nggak ada yang tanya rupanya? Penting lo tahu hal-hal kayak gini...
BalasHapus(mas Galih)
Astaga!!!PC 67 mudah-mudahan sudah paham medan beneran. Pengalamanku, H-1 aja pemahaman medan PC sebelum-sebelumnya masih samar lo. Sampai ada kunjungan malam untuk memastikan pemahman medannya perfect. La angkatan ini, udah mas mbaknya pada nggak bisa nemenin langsung, dikasih media bertanya, nggak dimanfaatin. Mugo-mugo wis paham tenan kowe nduk le...
BalasHapus(ms Galih)
maafkan saya baru bertanya soalnyanya baru bisa ke warnet sekarang :(
BalasHapusmaksudnya 'teraniaya' kalo kita ada yang 'cacat' gimana mas?
bisa beri contoh?
Kamu siapa?
BalasHapus-mas galih-
Definisi kecatatan adalah kekurangan yang terlihat oleh para selektor. Terkadang, selektor sangat idealis, sehingga sedikit kecacatan tersebut bisa sangat diekspos yang berimbas pada kegagalan kalian lolos sebagai wakil ke propinsi. Tega banget deh di acara rapat penetuan itu
BalasHapusmav mas lupa ngasih nama
BalasHapushehe
-rino-