Topik: kesiapan teori
Berdasar polling yang digelar kemarin, kalian menganggap bahwa kekurangan terbesar yang kalian hadapi saat ini adalah “teori / materi”. Jujur wae, aku kaget mendapati opsi ini sebagai opsi favorit kalian untuk ditempatkan sebagai kekurangan terbesar. La, kalian ini anak SMA 3 yang seharusnya punya basic otak yang cerdas, masak kepontal-pontal teorinya. Aku nggak percaya sama fakta yang satu itu sebenarnya, namun ada kemungkinan mengapa “teori” malah jadi kelemahan.
Kemungkinan pertama, kalian malas belajar! Kalau masalahnya ini, ya maaf saja, jalan keluarnya ada di kamu sendiri. Kalau kemalasan tersebut dilatarbelakangi sesuatu yang cukup pelik, silahkan dibicarakan secara personal kepada mas mbak mu pelatih 66. Kalau sungkan, saya rekomendasikan bertemu dengan mas Gestan langsung. Kalau masih sungkan, silahkan jalani konsultasi via dunia maya dengan Pulung Tri Anggoro S.Psi. Beliau alumni SMA 3, bukan Bhapad, namun paling peduli sama Padskib. Untuk menjalin komunikasi dengan beliau, monggo tanyakan kontaknya ke Wong Nagagini. Dia (Nagagini), 2 tahun lalu termasuk salah satu pasiennya mas Pulung yang tergolong berat. Tapi nyatanya, konsultasinya sukses. Nagagini malah jadi wakil Padskib hingga Propinsi.
Kemungkinan kedua, kalian terintimidasi dengan teori PC yang sedemikian banyaknya. Ya memang materi kita banyak, namun itu semua harus dilahap habis. Hingga kini, wakil-wakil Pakibraka SMA 3 sangat diakui kelihaiannya dalam menguasai materi-materi wawancara (harap dibedakan antara materi dan teknik wawancara). Berikut nih ceritanya.
Pada tahun 2006, selector nasional DIY terpana ketika mendudukkan Wong Madrim di kursi wawancara. Rekan selector (sekarang istri wakil ketua PPI DIY), menghubungi saya yang kebetulan waktu itu lagi ndak di Jogja, dan mengatakan bahwa si nomer dada sekian manteb banget. Ketika dia ditanyai bagaimana terjadinya gempa jogja, wong Madrim menjawab (secara garis besarnya) sbb: “Untuk mengetahui bagaimana gempa jogja bisa terjadi, terlebih dahulu saya perlu menjelaskan bagaimana awal mula bumi terbentuk. Dari situ, dengan mudah kita dapat merunut pemicu terjadinya gempa tanggal sekian kemarin. Awal mulanya, bumi tidak memiliki banyak benua seperti sekarang. Dulu, bumi hanya memiliki satu benua bernama Pangea. Akibat pergerakan lempeng, Pangea besar tersebut terpecah belah menjadi berberapa keping benua yang beberapa diantaranya adalah lempeng A dan B dimana kepulauan Indonesia kini berada. Pada gempa Jogja lalu batas lempeng A yang terluar, yang terletak diselatan Jogja pada jarak sekian km,…dst, wong Madrim menjelaskan rincian penyebab gempa Jogja”. Para pewawancara jelas melongo, karena ilmu mereka tidak sedalam itu. Ditambah dengan bumbu teknik wawancara ala PAdskib center, materi kita yang sedemikian dalam tersebut bakal membuat pewawancara klepek-klepek.
Contoh kedua akan membuat kalian semakin yakin, kali ini menimpa wong Anjani, pada 2006, juga pada sesi wawancara nasional. Seperti halnya dengan wong madrim, wong anjani yang diketahui juga berasal dari SMA 3, diyakini selector akan membuat “malu” mereka lagi bila ditanyai materi serupa (gempa bumi). Karena itu, selector beralih dengan bertanya hal-hal biasa yaitu “Ceritakan tentang Keraton Yogyakarta!”. Menghadapi pertanyaan ini, jebolan PC yang manis tersebut memanfaatkan satu teknik wawancara dari mahaguru gatotkaca yaitu “mengungkapkan data yang jarang atau bahkan tidak disadari oleh orang kebanyakan”. Pilihan ini digunakan wong Anjani karena menurut analisa dia, pertanyaan tentang Keraton merupakan hal yang jamak, dan karenanya, pasti banyak jawaban yang jamak pula. Oleh karna itu, ia memilih memulai penjelasannya tentang keraton secara arsitektural (kebetulan dia sekarang juga kuliah di jurusan arsitektur). Begini jawabannya: “Keraton Jogja dengan keliling yang mencapai sekian km, …. dst”. Lagi-lagi selektornya terpana oleh wakil-wakil SMA 3. Aku ditelpon lagi…
Inti dari cerita tersebut, pemahaman mendalam tentang materi wawancara, sangat banyak membantu kalian untuk mendapat poin bintang dari selector. Yang menjadi permasalahan adalah:
1. Ketiadaan bahan
2. Ketidakmampuan belajar dengan tepat
Permasalahan pertama tentu dihadapai banyak calon-cakon PAskibraka dari sekolah lain. Namun kalian punya Pusat Data Bhapad. Semua materi sudah ada! Materi-materi tersebut bahkan sudah memastikan kalian berada dalam standar kualifikasi B+ hingga A-. Sedikit usaha ber-hunting mencari materi tambahan akan meletakkan kalian sebagai padskib dengan kualitas materi A+. Lagipula, jika semua bahan kami sediakan di pusat data tersebut, bagaimana mungkin kalian bisa mengejutkan kami (pewawancara PC) dengan data-data baru yang tidak kami pikirkan sebelumnya.
Permasalahan kedua, adalah bagaimana belajar dengan tepat. PC dalam perkembangannya telah menggunakan 2 pendekatan untuk menjejali para cantrik dengan banyak materi di otaknya. Cara pertama kami kembangkan pada PC 62 dan 63 lewat pemberian materi secara tatap muka.
Intermezo: Penanggungjawab materi waktu itu adalah mahaguru Gatutkaca. Saya dan mhg panatagama, sama sekali tidak boleh ikut campur (bener, kami waktu itu punya aturan keras : yang bukan penanggungjawab hanya boleh memberi saran, kalau keputusan PJ udah dibuat –apapun caranya- yang lain harus manut). Satu-satunya kesempatan saya berbicara pada para cantrik dalam hal MATERI hanyalah ketika mempresentasikan materi tentang paskibraka dan bendera, itupun diawasi! (supaya prosediur operasi standar pemberian materi tepat). Lain daripada itu, saya harus jauh-jauh, nyiapin bahan PJ saya sendiri di PBB. Bahkan ketika saya dan mhg Panatagama menemukan ada data yang salah yang disampaikan oleh mhg gatutkaca, ya kami tetep kalah walau secara demokratis kami menang suara! Siapa yang mimpin, itu yang pegang veto, hahahaha… Akhirnya yang kami lakukan hanya memberi PR pada para cantrik untuk mencari ke internet agar mereka mengetahui ada data yang salah (hanya 1 data!). Satu-satunya kesalahan yang kutemui dari rajanya PU, mhg gatutkaca, ya Cuma itu. Adudududuh…inget bagian itu, masih bisa ketawa aku. Setidaknya, gara-gara hal tersebut aku masih yakin bahwa beliau memang manusia. Manusia kan tidak pernah luput dari kesalahan :)
Oke, intermezzo selesai. Pendekatan yang dikembangkan mhg gatutkaca adalah memberi materi tatap muka satu bagian demi satu bagian. Misal, dalam 1 bulan, jatah mhg gatutkaca untuk memberikan materi adalah 8 kali @ 1 jam. Maka beliau akan menyiapkan 8 buah materi untuk DIBICARAKANNYA selama 8 pertemuan tersebut selama @ 1 jam nggak kurang (malah kadang-kadang lebih, makanya sering kita taruh disesi latihan terakhir). Beliau akan memilihkan sendiri 8 topik (cermati bagian: memilihkan sendiri) tersebut, meringkasnya dan membawanya pada “jam kerjanya”. Mhg Gatrutkaca tidak pernah membuat fotokopi bahan dan membagikan ke para cantrik untuk belajar sendiri di rumah (padahal ini bisa sangat mudah). Beliau membuat pemberian materi menjadi sangat personal dimana dirinyalah yang berbicara dalam lingkaran diskusi, para cantrik mencatat dengan “penekanan khusus” yang terus menerus diutarakannya, dan diakhiri tanya jawab. Satu-satunya kelemahan adalah, cara ini butuh waktu lama. Namun kelebihannya, materi penting benar-benar dapat dipastikan telah didapat oleh para cantrik! Bahkan, metode “penekanan khusus” yang sering digarisbawahi oleh Gatutkaca, adalah data-data penting (primer) yang harus terus dipegang. Data sekunder adalah pemanis dan senjata rahasia, namun ketika waktu terbatas, data primer sudah tertanam dalam relung pikiran para cantrik. Selain itu, dengan adanya data primer, cantrik tidak akan tersesat mempelajari bahan yang tidak perlu.
Selama 2 tahun tersebut, materi yang kita miliki mulai tersimpan dengan baik. Dari sana diputuskan oleh pelatih 63 untuk membiarkan PC 64 belajar secara mandiri. Pusat data Bhapad sudah ada, tinggal ambil datanya, pelajari sendiri. Cara ini sebenarnya menjawab kelemahan yang menyertai teknik pemberian materi pada PC 62 dan 63. Akan tetapi pendekatan terbaru ini rupanya punya kelemahan yang lebih besar. Akibat dibiarkan mandiri tanpa control, cah wong PC 64 malah nggak belajar. Ketika latihan wawancara dibuka, banyak pertanyaan teoritis yang tak bisa dijawab. Mereka tidak belajar!
Karena itu, berdasarkan pengalaman tersebut, saya bertanya-tanya, apakah kalian menjalani pendekatan pemberian materi secara mandiri (?), yang dimasa lalu terbukti gagal. Saya yakin tidak, karena PC punya evaluasi yang memastikan kelemahan diperbaiki dan disempurnakan. Pada PC 65 sistemnya dirubah dengan, para cantrik disuruh belajar materinya dirumah, kemudian dibahas bersama di sekolah. Dengan cara itu, langsung akan ketahuan sejauh mana kesiapan teori para cantrik tentang materi tertentu. Bila ditemukan kurang, langsung dipoles dengan memberi pendekatan tatap muka ala mhg Gatutkaca pada materi tersebut. Namun bila ternyata oke, akan diberi materi tambahan lain (dengan cara tatap muka). Pendekatan gabungan nih namanya, gini harusnya kalian diurus.
Terakhir, tanyakanlah pada para pelatihmu 66. Bahan-bahan apa saja yang wajib kalian ketahui. Pelatih sudah punya alur waktu, dalam rentang waktu sekian, materi yang harus dikuasai adalah ini ini ini. Di tahapan berikutnya, materinya yang ini ini ini. Semua ada. Insya Allah. Nggak apa kalian tanyakan, agar kalian tahu bahwa yang kalian ketahui saat ini memang cukup. Tidak perlu merasa tertekan, bahwa ada banyak materi yang belum terselesaikan. Yakin wae yo, semua akan dilahap pelan-pelan. Yang penting kamu bener-bener belajar dan pastikan mengetahui data primernya!
Contoh alur waktu ala mhg Gatutkaca:
Minggu I hari I: tentang Yogyakarta (diawali sejarah terbentuknya sejak era Mataram hingga Giyanti).
Minggu I hari II: tentang Yogyakarta (sudah masuk ke Yogyakarta modern, sebagai propinsi, sebagai daerah istimewa, dan atribut administratif lain, geografis)
Minggu II hari I: tentang Keraton dan raja-raja Jogja
Minggu II hari II: tentang upacara-upacara adat di Yogyakarta
Minggu III hari I: tentang gempa bumi dan latar belakangnya
Minggu III hari II: tentang paskibraka dan bendera
Minggu IV hari I: tentang PU popular media massa
Minggu IV hari II: sejarah Indonesia, dst
Ketahui pembagiannya, pelajari, dan sebaiknya lewati alur ini sehingga lebih banyak materi yang kalian kuasai. Ada pertanyaan?
kalu mau diakui, jujur memang saya pribadi masi kurang intensitas belajarnya..
BalasHapusso, ayo teman2 PC67 kita babat habis semua materinya !! :D
-rino-
oiya..waktu penyuluhan tentang PC dulu saya lihat di foto ada kegiatan ngerjain soal2 sendiri2 di kelas..kok kita belum ya? apa itu khusus buat yang 6 besar aja??thx sebelumnya
BalasHapus-rino-
Itu adalah seleksi tertulis di seleksi paling akhir, menentukan wakil padskib ke seleksi paskibraka kota.
BalasHapus-mas galih-
diadain tes berkala aja gimana? habis tes, mbahas bareng2,, biar nyantol materinya. yang nggak belajar nggak bakal bisa ngerjain soal :P
BalasHapus_sandra 63_
bagus sih usulnya mbak sandra..tapi ndengernya aja udah bikin merinding!menakutkan,,,hehehehe
BalasHapus-rino-
iya deh mbak tes berkala aja,, biar ada rasa kompetisi mbak.
BalasHapusya nanti tak bicarain sama temen2 padzkib 66 dulu.
BalasHapuslhoo bukannya udah pernah dikasih soal trus dibahas ya ? yang jawabannya ditulis dibuku materi
BalasHapus